Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Kelas International Track Ikuti ICCSAL 2025
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS Unesa dari kelas International Track angkatan 2023 dan 2024 turut serta dalam ajang bergengsi The 6th International Conference on Cultural Studies and Applied Linguistics (ICCSAL 2025) yang diselenggarakan pada 26 Juli 2025 secara daring melalui Zoom. Konferensi internasional ini mengangkat tema besar “Digital Humanities and AI in Sustainable Language, Literary, and Cultural Education.”
Konferensi ini menghadirkan para pakar dan akademisi internasional seperti Dr. Raqib Chowdhury (Monash University, Australia), Dr. Raichle ‘Rai’ Farrelly (Colorado University, USA), dan Prof. Aquarini Priyatna (Universitas Padjadjaran, Indonesia). Para mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik yang berharga melalui paparan topik-topik kontemporer seperti AI, digitalisasi pendidikan, feminisme digital, dan pembelajaran berbasis proyek.
Pengalaman Mahasiswa: Suara dari ICCSAL 2025
🟡 Keynote Speaker: Prof. Aquarini Priyatna, Ph.D.
Topik: Feminist Killjoy: Disrupting Normative Digital Course
“Prof. Aquarini menyampaikan bahwa ruang digital bisa mereproduksi ketimpangan gender, tapi juga menjadi ruang perlawanan. Tiga poin penting yang ia tekankan adalah intersectionality, accessibility, dan collaboration. Kutipan Kartini di akhir sesi benar-benar menguatkan: ‘Habis gelap, terbitlah terang.’”
— Shenny Elvena Sukaton, Mahasiswa 2024
““Prof. Aquarini menunjukkan bahwa ruang digital bisa menjadi ruang perlawanan terhadap ketimpangan. Materinya menggugah, terutama saat menyinggung praktik seperti ‘Babu Ngeblog’ sebagai bentuk literasi digital yang membebaskan. Beliau memberi teladan bagaimana feminisme dijalankan dengan keberanian dan konsistensi.”Materi Prof. Aquarini sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang. Saya belajar bahwa intersectionality dan accessibility bukan sekadar istilah, tetapi prinsip penting dalam membangun ruang digital yang adil. Saya juga kagum saat beliau menutup dengan kutipan Kartini.”
— Maheswari Nadia Sahda., Angkatan 2024
🔵 Keynote Speaker: Dr. Raqib Chowdhury
Topik: The Neocolonisation Paradox of AI
“Dr. Raqib membahas bagaimana AI bisa menjadi bentuk penjajahan baru yang melemahkan kreativitas. Saya terkesan saat beliau menekankan bahwa logat Indonesia bukan kelemahan, tapi identitas yang harus dibanggakan. Presentasinya memadukan sudut pandang global dan lokal dengan cara yang sangat menginspirasi.”
— Dydia Brillian Adaqita, Mahasiswa 2024
“Dr. Raqib menjelaskan bagaimana AI bisa memperkuat kolonialisme baru lewat dominasi teknologi oleh negara Global Utara. Ia mengingatkan pentingnya membangun sistem AI yang adil dan inklusif bagi Global Selatan. Penutupnya dengan pepatah ‘Ing ngarso sung tulodo’ sangat mengena dan membumi.”
— Alfi Ziyad Ahmad, Mahasiswa 2024
🟢 Keynote Speaker: Dr. Raichle ‘Rai’ Farrelly
Topik: Teaching for Change: Integrating SDGs through Project-Based Learning
“Dr. Farrelly menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek bisa menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial siswa. Saya terinspirasi saat beliau menyebut guru sebagai pembawa harapan yang menciptakan ruang belajar yang aman dan transformatif. Contoh proyek kampanye air bersih yang ia paparkan sangat relevan dan menyentuh.”
— Shenny Maulidya, Angkatan 2024
““Dr. Farrelly menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa bisa menjadi alat pemberdayaan sosial. Integrasi SDGs dan SEL melalui project-based learning mendorong siswa untuk berpikir kritis, empatik, dan aktif dalam isu-isu global. Saya tertarik dengan cara beliau mengaitkan pembelajaran bahasa dengan aksi nyata di komunitas.”
— Kavindra Lanang Kawitan, Angkatan 2024
Menjadi Bagian dari Komunitas Akademik Global
Melalui ICCSAL 2025, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman tidak hanya memperluas wawasan tentang studi budaya dan linguistik terapan, tetapi juga dilatih menjadi warga dunia yang reflektif dan tanggap terhadap perkembangan teknologi serta isu sosial-budaya. Konferensi ini menjadi ajang yang memperkuat kompetensi interkultural, literasi digital, dan pemikiran kritis—sejalan dengan misi kelas International Track untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di ranah global.
Sampai jumpa di ICCSAL 2026!
Jadikan tahun depan kesempatanmu untuk terlibat, belajar, dan terinspirasi dalam forum akademik berskala internasional. Mari bergabung dan wujudkan kontribusi nyata di dunia pendidikan global!