Proyek Kreatif Mata Kuliah Arbeit am Text: Menceritakan Kembali Fabel dengan Role Play

Pada tanggal 19 Februari 2025, mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti proyek kelas dalam mata kuliah Arbeit am Text (AAT) di bawah bimbingan Ibu Amalina Rachmi Fatina, M.Pd. Pada mata kuliah ini, mahasiswa mendalami berbagai jenis teks (Textsorte), salah satunya adalah fabel. Untuk mengasah pemahaman mereka, mahasiswa diberikan tugas menarik, yaitu menceritakan kembali fabel yang telah ditentukan oleh dosen melalui metode role play. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami isi teks secara mendalam, tetapi juga meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman melalui praktik lisan yang interaktif.
Dalam proyek ini, mahasiswa bekerja dalam kelompok dan menampilkan kembali tiga fabel klasik Jerman:
Die Bremer Stadtmusikanten (Musisi Kota Bremen) – Kisah tentang empat hewan (keledai, anjing, kucing, dan ayam) yang sudah tua dan tidak lagi berguna bagi pemiliknya. Mereka berencana pergi ke Bremen untuk menjadi musisi, tetapi dalam perjalanan mereka menemukan rumah yang dihuni oleh perampok. Dengan kecerdikan dan kerja sama, mereka menakuti para perampok dan akhirnya tinggal di rumah tersebut dengan nyaman.
Der Hund mit dem Stücke Fleisch (Anjing dengan Sepotong Daging) – Mahasiswa menyesuaikan cerita dongeng. Berikut plot modifikasi: Seekor anjing besar mencuri sepotong besar daging dari 2 ekor anjing kecil dan kabur dengannya. Di atas jembatan, ia melihat anjing lain di air, yang memegang daging lebih besar. Dengan rakus, ia melompat ke air untuk mencuri sepotong daging itu, tetapi ia kehilangan daging yang di anjing yang lain. Dengan bingung ia mencari daging yang direbut dari anjing sebelumnya, dan ia menyadari bahwa ia telah kehilangannya karena keserakahannya.
Das Kamel und der Gott Jupiter (Unta dan Dewa Jupiter) – Seekor unta merasa iri dengan banteng yang memiliki tanduk kuat, lalu meminta Dewa Jupiter memberinya tanduk juga. Namun, Jupiter menolak permintaan itu dan malah menghukumnya dengan mengurangi sebagian telinganya. Kisah ini mengajarkan bahwa iri hati dapat membawa kerugian dan bahwa setiap makhluk sudah diciptakan dengan keunikannya sendiri.
Setiap kelompok mahasiswa membagi peran sesuai dengan karakter dalam cerita, menyusun naskah, serta mempersiapkan aksi panggung yang menarik. Selain itu, mereka juga berkreasi membuat properti sendiri guna mendukung pertunjukan mereka. Lebih dari sekadar membaca teks, proyek ini menantang mahasiswa untuk menghidupkan kembali cerita dengan cara yang kreatif dan komunikatif.
Melalui metode role play, mahasiswa belajar memahami struktur dan makna teks fabel secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara mereka dalam bahasa Jerman. Interaksi langsung dalam pementasan membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Proyek ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengolah teks menjadi sebuah pertunjukan yang komunikatif. Dengan pendekatan yang inovatif ini, mata kuliah Arbeit am Text menjadi lebih menarik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman FBS Unesa.