Schulferien dan Semesterferien di Jerman
Libur merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan di Jerman, yang terbagi menjadi dua jenis utama: Schulferien dan Semesterferien. Keduanya memiliki durasi, jadwal, dan tujuan yang berbeda sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
1. Schulferien (Libur Sekolah)
Schulferien adalah libur bagi siswa sekolah dasar (Grundschule) dan sekolah menengah (Gymnasium, Realschule, Hauptschule). Jenis-jenis liburnya mencakup:
-
Sommerferien (Libur Musim Panas): Sekitar 6 minggu, biasanya antara Juni–Agustus. Jadwalnya berbeda-beda setiap negara bagian (Bundesland) agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas nasional.
-
Herbstferien (Libur Musim Gugur): Sekitar 1–2 minggu di bulan Oktober.
-
Weihnachtsferien (Libur Natal): Sekitar 2 minggu akhir Desember hingga awal Januari.
-
Osterferien (Libur Paskah): Sekitar 2 minggu pada Maret atau April.
-
Pfingstferien (Libur Pentakosta): Tidak semua negara bagian punya libur ini; durasinya biasanya 1 minggu di bulan Mei/Juni.
Setiap negara bagian memiliki kalender libur yang berbeda, yang diatur oleh Kultusministerkonferenz agar distribusi waktu libur merata secara nasional.
2. Semesterferien (Libur Semester di Universitas)
Semesterferien berlaku untuk mahasiswa di universitas dan Hochschule. Sistem pendidikan tinggi di Jerman mengenal dua semester utama:
-
Wintersemester (Semester Musim Dingin): Mulai Oktober hingga Maret. Perkuliahan biasanya berakhir di bulan Februari, disusul masa Semesterferien untuk ujian atau liburan.
-
Sommersemester (Semester Musim Panas): Mulai April hingga September. Perkuliahan selesai pada Juli, dan Semesterferien berlangsung hingga awal Oktober.
Meskipun disebut Semesterferien, masa ini bukan murni waktu liburan. Banyak mahasiswa menggunakannya untuk:
-
Mengikuti ujian akhir
-
Magang (Praktikum)
-
Menyelesaikan tugas akhir
-
Bekerja paruh waktu
-
Bepergian atau pulang kampung