Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Lakukan Kunjungan Edukatif ke Sentra Batik Laweyan Solo
Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Sentra Batik Laweyan, Solo, sebagai bagian dari Sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan budaya sekaligus memperluas perspektif pembelajaran, para dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jerman melakukan kunjungan edukatif ke Sentra Batik Laweyan Solo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengalaman budaya lokal ke dalam pembelajaran bahasa dan pedagogik, sehingga dosen dapat menghadirkan materi yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan bagi mahasiswa.pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi interkultural mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi para dosen untuk memahami lebih dalam proses pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, teknik pewarnaan, hingga proses pelorodan. Para peserta juga diajak berdialog langsung dengan para perajin batik yang telah lama menjaga tradisi seni ini, sehingga mendapatkan wawasan mengenai sejarah, perkembangan, serta tantangan pelestarian batik di era modern.
Kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi para dosen untuk memahami lebih dalam proses pembuatan batik, mulai dari perancangan motif, teknik pewarnaan, hingga proses pelorodan. Para peserta juga diajak berdialog langsung dengan para perajin batik yang telah lama menjaga tradisi seni ini, sehingga mendapatkan wawasan mengenai sejarah, perkembangan, serta tantangan pelestarian batik di era modern.
Selain memperluas wawasan budaya, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk merancang pembelajaran berbasis project, kreativitas, dan pemahaman lintas budaya. Nilai-nilai tradisi, kreativitas, dan identitas lokal yang ditemukan dalam proses pembuatan batik dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kaya, terutama dalam konteks integrasi bahasa Jerman dengan tema budaya Indonesia.Melalui kunjungan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Jerman menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi pendidik. Dengan pemahaman budaya yang kuat, diharapkan pembelajaran bahasa dapat dikembangkan secara lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan refleksi singkat, di mana para dosen berbagi pandangan mengenai peluang integrasi budaya dalam pengajaran bahasa. Kunjungan edukatif ke Batik Laweyan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi pedagogik berbasis budaya lokal serta mendorong inovasi pembelajaran di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman.