Harmoni Budaya: Batik dan Bahasa Jerman Bertemu di Kampus
Siapa bilang belajar bahasa asing nggak bisa dibalut nuansa lokal? Tepat di Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2025, Prodi Bahasa Jerman unjuk gaya dengan balutan kain nusantara yang kece abis!
Mahasiswa prodi mahasiswa menyambut hari batik, semua kompak tampil kece dengan batik andalan mereka. Ada yang pakai kemeja batik klasik, ada juga yang tampil kekinian dengan outer batik modern. Pokoknya, kelas jadi penuh warna!Buat mahasiswa baru, momen ini jadi ajang perkenalan sekaligus pengingat bahwa meski belajar bahasa Jerman, kecintaan pada budaya Indonesia tidak boleh kendor. “Hari Batik Nasional tuh vibes-nya kerasa banget! Semua orang kompak pake batik, nunjukin kalau batik itu bukan cuma outfit, tapi harta karun budaya Indonesia yang wajib kita banggakan” Kata Ako komentar salah satu mahasiswa semester awal. Adapun komentar dari mahasiswa pendidikan bahasa jerman yang lain mengenai hari batik “ hari batik Nasional adalah hari yang spesial karena momentum penting untuk menghargai dan melestarikan batik sebagai identitas budaya bangsa Indonesia” Ujar Renjiro.
Selain itu “hari Batik Nasional merupakan hari yang penuh makna, bahwa batik adalah salah satu hasil karya bangsa Indonesia dan kita sebagai warga negara harus melestarikannya” Ujar Aurelia mahasiswi semester awal prodi pendidikan bahasa jerman 2025.
Dengan semangat Hari Batik ini, Prodi Bahasa Jerman ingin nunjukin kalau globalisasi tidak membuat kita kehilangan jati diri. Justru, lewat batik, kita bisa memperlihatkan keindahan budaya Indonesia ke dunia.Jadi, kalau ada yang bilang batik itu kuno, jelas salah besar. Di Prodi Bahasa Jerman, batik terbukti timeless, elegan, sekaligus super gaul! Dari Nusantara ke Eropa: Batik tetap di dada, Deutsch di jiwa.