Guru Menginspirasi, Alumni Berprestasi: Testimoni Spesial di Hari Guru Nasional
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, para alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman menunjukkan rasa hormat dan apresiasi mereka kepada para dosen melalui penyampaian testimoni yang dibagikan secara khusus kepada pihak prodi. Meskipun tidak ada acara resmi yang digelar, testimoni para alumni tetap menghadirkan suasana haru dan penuh makna bagi seluruh civitas akademika. Adapun beberapa testimoni mereka mengenai hari guru yaitu:
Satria Agung Wicaksono alumni 2024 pendidikan bahasa jerman memberikan testimoni kesan dan pesannya di hari guru nasional ini : Kesan : Menjadi guru rasanya memang campur aduk, seru, dan menantang. Waktu kuliah tidak pernah satupun terlintas di pikiran saya untuk menjadi seorang guru, tapi sekarang saya terjun langsung untuk memberikan pembelajaran di dalam kelas, khususnya Bahasa Jerman. Setelah menjadi seorang guru, saya sadar bahwa guru bukan hanya sekadar memberikan materi di depan kelas, melainkan saya juga harus mengenal murid-murid dengan karakter masing-masing. Itulah seninya menjadi guru, bahagianya cukup sederhana, yaitu dengan melihat murid yang awalnya bingung jadi paham atau antusias dengan materi pembelajaran yang sedang dijelaskan.
Pesan : Menjadi guru memang tidak terlalu mudah di zaman yang terus berkembang ini, teruntuk para guru di luar sana, terima kasih telah menjadi teladan bagi murid yang dibimbingnya. Setiap usaha, setiap langkah guru selalu ingin memberikan yang terbaik kepada muridnya. Mari para guru selalu berinovasi, beradaptasi dengan teknologi dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga para guru diberikan hati yang lapang untuk mendidik dan jangan pernah lelah untuk menanam benih kebaikan karena setiap ilmu yang dibagikan pasti akan bermanfaat bagi mereka di masa depan. Selamat Hari Guru Nasional!
Selain itu, adapun testimoni dari Yeti Sofianah, S. Pd. alumni 2004 menyampaikan kesan dan pesannya: Hari Guru adalah hari yang sangat spesial bagi saya sebagai seorang guru. Saya merasa sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari profesi yang mulia ini. Saya ingat saat-saat saya pertama kali menjadi guru, saya merasa sangat gugup dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi seiring waktu, saya belajar bahwa menjadi guru tidak hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang membimbing, mendukung, dan menjadi contoh bagi siswa-siswa saya.
Saya merasa sangat beruntung dapat melihat siswa-siswa saya tumbuh dan berkembang menjadi orang-orang yang lebih baik. Saya merasa bahwa saya telah membuat perbedaan dalam hidup mereka, dan itu adalah perasaan yang tidak dapat digantikan. Hari ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua siswa saya yang telah membuat saya menjadi guru yang lebih baik. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan guru saya yang telah mendukung dan membantu saya dalam perjalanan ini.Terima kasih, siswa-siswa! Terima kasih, rekan-rekan guru! Anda semua adalah inspirasi bagi saya untuk terus menjadi guru yang lebih baik.
Selain itu testimoni terakhir dari Annisa Nurul Fauziah, S.Pd, Gr. alumni 2010 menyampaikan kesan dan pesannya mengenai hari guru nasional yaitu: Kesan : Setelah menjadi seorang guru, saya menemukan kebahagiaan yang tak hanya soal materi, namun juga kebahagiaan saat hadir dan senantiasa membersamai seluruh siswa dalam belajar dan berproses menjadi pribadi yang baik versi dirinya masing-masing.Pesan :Teruslah menanam kebaikan, karena menjadi pribadi yang baik akan lebih berarti daripada hanya sekedar mendapat nilai yang baik.
Melalui testimoni yang tulus dan penuh kenangan ini, Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen berharga yang mempererat hubungan emosional antara dosen dan alumni. Tanpa seremoni, ucapan sederhana dari para alumni justru menjadi pengingat bahwa peran seorang guru selalu hidup dalam setiap jejak langkah kesuksesan para lulusan.