Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNESA Asah Kompetensi Mengajar melalui Praktik Microteaching
Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan praktik microteaching di Laboratorium Microteaching Gedung T2 sebagai bagian dari pembelajaran yang bertujuan mempersiapkan calon pendidik bahasa Jerman yang profesional dan kompeten.
Kegiatan microteaching merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan kompetensi pedagogik mahasiswa sebelum terjun langsung ke sekolah melalui program praktik lapangan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mempraktikkan keterampilan mengajar dalam suasana kelas yang dirancang menyerupai kondisi pembelajaran sesungguhnya.
Selama praktik berlangsung, mahasiswa bertindak sebagai guru dan menyampaikan materi bahasa Jerman kepada teman sekelas yang berperan sebagai peserta didik. Berbagai materi diajarkan menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, mulai dari pengenalan kosakata (Wortschatz), keterampilan berbicara (Sprechen), membaca (Lesen), hingga penggunaan media pembelajaran digital yang mendukung proses belajar mengajar.
Laboratorium Microteaching T2 dilengkapi dengan fasilitas yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar yang lebih optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melatih kemampuan membuka dan menutup pembelajaran, mengelola kelas, menjelaskan materi, memberikan pertanyaan, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara efektif.Dosen pengampu memberikan pendampingan dan umpan balik secara langsung terhadap performa mahasiswa. Evaluasi tersebut menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan mahasiswa sehingga mereka dapat terus mengembangkan kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon guru.
Selain melatih keterampilan mengajar, praktik microteaching juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran. Penggunaan media presentasi interaktif, video pembelajaran, kuis digital, dan berbagai platform pembelajaran menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan berpusat pada peserta didik.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman menyampaikan bahwa kegiatan microteaching merupakan implementasi nyata dari kurikulum yang berorientasi pada penguatan kompetensi calon pendidik. Melalui pengalaman praktik yang berkesinambungan, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika menghadapi praktik mengajar di sekolah maupun dunia kerja setelah lulus.
Sejalan dengan visi Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang menekankan penguatan kompetensi pedagogik, kebahasaan, dan pemanfaatan teknologi pendidikan, kegiatan microteaching menjadi sarana strategis untuk mencetak lulusan yang profesional, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era global.